Telah menjadi tradisi tahunan terutama di daerah Madura, Pondok-pondok pesantren ataupun lembaga pendidikan Islam (LPI) banyak yang mangadakan suatu acara seremonial yang disebut sebagai "Haflatul Imtihan". Begitupun di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Nurud Dhalam Ganding, Sumenep.
Opening Ceremony dari Haflatul Imtihan tersebut di laksanakan pada Malam ini yaitu Sabtu, 21 Juni 2025 dan di meriahkan oleh beberapa acara dan hiburan. Sambutan oleh Ketua Yayasan sekaligus pemotongan pita sebagai simbolisasi pembukaan Haflatul Imtihan Nurud Dhalam (HAFINDHA) 2025 menjadi awal dari beberapa rentetan kegiatan yang akan di laksanakan dalam beberapa hari kedepan seperti Lomba-lomba, lepas pisah Siswa/I kelas akhir, wisuda tahfidz Dan puncaknya yaitu closing ceremony pada Sabtu, 28 Juni 2025.
Dalam sambutannya K.H. Moh. Alawi Ashim menyampaikan pesan kepada segenap Panitia untuk senantiasa kompak dalam mengawal Dan memastikan suksesnya HAFINDHA ini.
"Saya yakin dengan kompaknya para panitia Maka Haflatul Imtihan tahun ini akan lebih baik Dari pada tahun-tahun sebelumnya" tuturnya.
Sebagaimana Opening Ceremony pada tahun-tahun sebelumnya, setelah pita dipotong Maka para Siswa/I Dari tingakatan PAUD Sampai MA melakukan pawai obor. Pada pawai obor Kali ini terlihat beberapa kreasi obor berbentuk karakter yang sangat unik diantaranya berbentuk hantu, pesawat Dan karakter Optimus prime Dari film Transformers. Selain kreasi obor, kostum yang di kenakan Siswa juga tidak kalah unik, ada yang mengenakan kostum hantu sesuai kreasi obornya. Adanya kreatifitas Siswa yang diwujudkan dengan kreasi obor Dan kostum tersebut menambah semarak dari opening ceremony Haflatul Imtihan ini.
Selain pawai obor, terdapat beberapa hiburan diantara drumb band, ul daul (musik perkusi khas madura) dan pentas seni dari Siswa/I Nurud Dhalam. Beberapa pentas seni yang ditampilkan diantara tari Saman, tari smapore Dan sebagainya.
Selain sebagai acara serimonial, Haflatul Imtihan merupakan bentuk perwujudan rasa syukur bagi Siswa/I karena telah menyelesaikan kegiatan belajar mengajar Selama satu tahun. Selain itu, dalam Haflatul Imtihan juga terdapat beberapa lomba yang dapat mengasah intelektualitas, kretiafitas Dan ketangkasan Siswa/I.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Agus Kharir, Haflatul Imtihan merupakan tradisi yang memiliki dimensi spiritual dan sosio kultural. Dimensi spiritual dalam Haflatul Imtihan dapat dilihat Dari adanya rentetan kegiatan yang mempunyai tendensi keagamaan seperti adanya acara pengajian umum Dan doa bersama, sedangkan dimensi sosio kultural di dalamnya terwujud Salah satunya dengan adanya gotong royong Dan sama kerja Dari berbagai pihak baik alumni, dewan guru, Siswa/I bahkan Dari masyarakat dalam menyiapkan sarana Dan prasana yang di butuhkan dalam menyukseskan Haflatul Imtihan, selain itu, acara Haflatul Imtihan sering kali menjadi ajang napak tilas bagi alumni yang datang dari berbagai daerah untuk Melihat Dan beruforia kembali ke dalam suasana Sekolah yang dulu menjadi tempat mereka menimba ilmu (Kharir, 2023:39)
Penulis: Zain Bombardiro crocodilo
Editor: Habib Tung-Tung sahur
